December 1, 2021

Simpul Sedekah

Jembatan Menuju Barokah

Matematika Tuhan

Pada kesempatan kali ini mimin ingin membahas mengenai angka. Nah untuk sebahagian orang, ketika dihadapkan dengan angka baik itu perkalian, pembagian, penjumlahan, pengurangan,  pasti yang terfikir adalah matematika. Matematika adalah pelajaran yang sangat membosankan begitulah kata orang-orang yang memang tidak tertarik dengan angkat atau lebih tepatnya mereka-mereka yang dominannya menggunakan otak kiri dalam berfikir, karena otak kiri berfikir secara logis. Akan tetapi kita tidak akan membahas mengenai otak melainkan angka atau matematika.

Lihatlah bagaimana angka atau matematika manusia dan matematika Tuhan bekerja. Pertama ketika mimin bertanya 1 + 1 = 2, pastinya semua orang akan membenarnya, dan ketidak mimin mengatakan atau menulis 1 +1 = 11 pasti semua dari kita akan membantah itu. Ketika sebuah angka di jumlahkan maka manusia akan berfikir dan menghitungnya hanya untuk memastikan apakah jawabannya benar. Begitulah angka atau matematika manusia bekerja. Beda dengan matematika Tuhan, matematika-Nya berhubungan dengan chrity, hal ini bersifat sosial. Di sinilah matematika Tuhan berlaku.

Yuk pahami apa itu chrity.

Chrity diadobsi dari bahasa inggris yang artinya amal. Ketika kalimat amal diucapkan pasti yang terlintas dipikiran kita adalah memberi, derma, sebuah interaksi yang dibangun lebih dari satu orang. Nah dari itu mimin sangat tertarik untuk membuat kesimpulan bahwa,  chrity adalah sebuah interaksi seseorang dengan orang lain yang dibangun secara sadar dan sengaja dalam bentuk sosial, interaksi ini biasanya membutuhkan persetujuan atau respon dari pihak lainya. Misalnya berbagi makanan dengan teman dekat, bersedekah, memberikan hadiah dan masih banyak contoh lainnya.

Nah, dalam hitungan angka, ketika seseorang bersedekah maka yang bersedekah secara finansial pastinya akan mengurangi harta atau berkurangnya apa yang dimilikinya karena telah disedekahkan. Logika matematika sesuatu yang dikurang pasti minus atau berkurang hasilnya. Namun Matematika Tuhan tidak demikian, bahkan janji-Nya sedekah kita akan dilipat gandakan atau digantikan dengan yang lain. Kemungkinan bisnis kita melejit, dagangan kita laku keras dari biasanya karena dampak dari sedekah? Begitulah kerjanya. Analogi sholat berjamaah, ketika satu orang shalat maka pahalanya untuk sendiri namun jika berjamaah Tuhan melipat gandakannya menjadi 27 derajat. Sangat fantasik bukan. Begitu juga dengan seorang guru yang mengajarkan mengaji satu hurufnya yang diajarkan dilipat gandakan pahalanya.

Sederhananya, ketika kita membeli 10 meter tanah di tahun 2021 dengan harga 10jt. Dan menjualkan kembali tanah tersebut pada tahun 2050, bisa saja harga jualnya menjadi 20jt atau bahkan lebih dari itu.

Dari pandangan islam orang yang memiliki sifat chrity ini, dia tidak akan pernah berfikir menjadi miskin atau berkekurangan. Jiwa sosialnya terpanggil untuk beramal. Orang yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi maka dikatagorikan dalam chrity. Semakin tinggi kepedulian sosial seseorang akan semakin tinggi spiritualitasnya, kepekaannya terhadap sesame adalah panggilan jiwa.

Kira-kira nih, apakah kita termasuk golongan tersebut?